Kamis, 02 Mei 2013

MAKALAH BUAH MANGGIS


PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
                  Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter. Buahnya juga disebut manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah. Buah manggis dalam perdagangan dikenal sebagai "ratu buah", sebagai pasangan durian, si "raja buah". Buah ini mengandung mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Sehingga di luar negeri buah manggis dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia.
                  Manggis berkerabat dengan kokam, asam kandis dan asam gelugur, rempah bumbu dapur dari tradisi boga India dan Sumatera.
                  Dalam karya tulis ini akan dikaji tentang pemanfaatan buah manggis sebagai obat herbal yang mampu mengatasi dan mencegah beberapa penyakit tertentu . Dan juga bisa dimanfaatkan sebagai penambah stamina dll.
                  Tidak hanya daging buahnya saja, karena akan dikaji pula tentang pemanfaatan kulit buah manggis yang dapat diolah menjadi jus dan dapat mengatasi berbagai penyakit jika diolah dengan baik.
1.2 Rumusan Masalah
                  Dari perumusan diatas, akan  menimbulkan beberapa masalah . Dibawah ini masalah-masalah yang akan kita bahas dalam karya tulis .
1.   Apa saja bagian-bagian dari buah manggis?
2.   Kandungan apa saja yang terdapat dalam kulit buah manggis?
3.   Bagaimana pemanfaatan kulit buah manggis untuk kesehatan?
4.   Penyakit apa saja yang dapat disembuhkan dengan kulit buah manggis?
           
1.3  Tujuan Penulisan
                  Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini selain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia tetapi juga untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar tahu tentang pemanfaatan kulit buah manggis.

1.4 Manfaat Penelitian
                  Kita bisa mengetahui tentang buah manggis . Yang ternyata tidak hanya manis rasanya namun juga banyak manfaatnya . Mulai dari manfaat untuk seluruh tubuh hingga manfaat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit .
        Kulit buah manggis juga berguna untuk dijadikan obat herbal . Dengan cara dijadikan jus ditambah beberapa ramuan tradisional.













BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Bagian –Bagian dari Buah Manggis
         Manggis (Garcinia mangostana L)
                     Manggis merupakan tumbuhan dioceus dengan tinggi tanaman mencapai 6-25 m, berdaun rapat (rimbun), duduk daun berlawanan, tangkai daun pendek, daunnya tebal serta lebar. Pohon tegak lurus dengan percabangan simetri membentuk kerucut. Semua bagian tanaman mengeluarkan eksudat getah kuning apabila dilukai (Verheij 1997; Ashari 2006; Osman dan Milan 2006). Dibawah ini bgian-bagian dari buah manggis
A.     Daging Buah
Bunga manggis bersifat unisex dioecious (berumah dua), akan tetapi hanya bunga betina yang dijumpai, sedangkan bunga jantan tidak berkembang sempurna (rudimeter), yaitu tumbuh kecil kemudian mengering dan tidak dapat berfungsi lagi, oleh karena itu buah manggis dihasilkan tanpa penyerbukan (Mulyani 2000). Bunga sendiri atau berpasangan di ujung ranting, bergagang pendek dan tebal, berdiameter 5,5 cm. Daun kelopak 2 pasang, daun mahkota 2 pasang, tebal dan berdaging, berwarna hijau – kuning dengan pinggir kemerah-merahan. Benang sari semu dan biasanya banyak. Bakal buah bertangkai berbentuk agak bulat dan beruang empat. Kepala putik tidak bertangkai dan bercuping (Verveij 1997).
Buah manggis berbentuk bulat atau elips, dengan berat bervariasi antara 75 – 150 g. Mempunyai 4-8 segmen dan setiap segmen mengandung satu bakal biji diselimuti oleh aril (salut biji) berwarna putih, empuk dan mengandung sari buah. Tidak semua bakal buah dalam segmen dapat berkembang menjadi biji. Umumnya 1-3 bakal biji yang berkembang menjadi biji yang berwarna coklat dengan panjang 2 - 2,5 cm, lebar 1,5 – 2 cm dan tebalnya antara 0,7-1,2 cm, berbentuk dari jaringan nuselar dan dihasilkan secara klonal karena bersifat apomiksis (Yaacob dan Tindall 1995).
Bagian buah yang dapat dimakan (edible portion) pada manggis adalah sekitar 25 – 30%. Dalam 100 g daging buah terdapat air sebanyak 79.2-84.9%, karbohidrat sebanyak 14.3-19.8, protein sebanyak 0.5-0.7%, lemak 0.10-0.8% dan serat sebanyak 0.3-5.1%. Buah manggis mengadung vitamin C sebanyak 1.0 -66.0%. Kulit buah manggis bagian dalam kaya akan pektin, katekin, tannin dan xanthonin (Osman dan Milan 2006; Ashari 2006).
B . Getah Kuning
Getah kuning atau biasa disebut gamboge merupakan eksudat resin (cairan getah) berwarna kuning yang tumpah akibat pecahnya saluran resin (Asano et al. 1996).
Daging buah manggis yang terkena getah kuning menempel ke kulit buah dan menimbulkan rasa yang pahit. Selain di daging buah, getah kuning ini juga muncul di kulit buah, yang akan mengeras seiring dengan bertambahnya umur simpan buah manggis yang telah dipanen. Hal ini dapat menurunkan kualitas buah baik secara fisik maupun rasa, buah akan terlihat buruk dan kurang menarik (Yaacob dan Tindall 1995).
Tipe saluran getah kuning pada bunga, buah, tangkai buah, batang dan daun manggis adalah saluran kanal yang bercabang yang terdiri dari dinding tebal dan tipis, mengandung selulosa, substansi pektat dan hemiselulosa. Saluran getah kuning pada buah dijumpai pada bagian eksokarp, mesokarp, endokarp, dan aril. Spot getah kuning sering juga dijumpai pada kulit buah bagian luar, hal ini diduga karena rusaknya saluran getah kuning pada eksokarp buah manggis. Getah kuning mulai mengotori aril pada saat buah berumur 14 minggu setelah anthesis ditandai dengan rusaknya sel-sel epitel. Pada buah yang arilnya terkena getah kuning, tampak rusaknya sel epitel saluran getah kuning. Perubahan tekanan turgor selama fase pertumbuhan buah terkait dengan turgor sel, sedangkan getah
kuning bukan berada di dalam sel melainkan di dalam saluran. Getah kuning mengotori aril keluar dari saluran getah akibat rusaknya dinding sel penyusun saluran getah. Rusaknya dinding sel epitel diduga karena tekanan mekanik dari dalam akibat perkembangan sel-sel aril dan biji selama fase perkembangan buah mulai dari umur 10 minggu setelah anthesis (MSA) (Fahn 1990; Dorly 2009).
C . Kulit Buah
Perikarp atau kulit buah manggis memiliki permukaan bagian luar yang halus dengan tebal 4-8 mm, keras, berwarna ungu kecoklatan pada bagian luarnya dan ungu pada bagian dalamnya pada buah tua, dan mengandung getah kuning yang pahit (Yaacob dan Tindall 1995).
Perubahan kekerasan tergolong perubahan fisik pada buah-buahan (Pantastico 1989). Kekerasan merupakan salah satu indikasi kerusakan buah, semakin keras kulit buah manggis semakin rusak dan tidak disukai oleh konsumen. Menurut Tongdee dan Sawanagul (1989), pengerasan cangkang buah secara fisiologis terjadi setelah mengalami proses pemasakan, yaitu setelah melalui proses klimaterik disertai dengan dehidrasi tinggi. Lama kelamaan permukaan buah secara keseluruhan mengalami pengerasan sehingga sangat sulit untuk dibuka.
Tekstur atau kekerasan kulit buah bergantung pada tebalnya kulit luar, kandungan total zat padat, atau kadar pati yang di kandung buah. Buah-buahan dengan kulit luar yang tebal memiliki nilai kekerasan yang lebih tinggi daripada buah dengan kulit luar yang tipis atau kulit luar menjadi satu dengan kulit tengahnya. Tekstur kulit buah bergantung pada ketegangan, ukuran, bentuk dan keterikatan sel-sel, adanya jaringan penunjang dan susunan tanamannya. Ketegangan disebabkan oleh tekanan isi sel pada dinding sel, dan bergantung pada konsentrasi zat-zat osmotic aktif dalam vakuola, permeabilitas protoplasma dan elastisitas dinding sel (Pantastico 1989).
Pengerasan kulit buah manggis selama penyimpanan terutama terjadi karena proses transpirasi uap air pada jaringan kulit manggis. Selama penyimpanan terjadi penebalan dinding sel dan ruang-ruang antar sel pada jaringan parenkim kulit luar dan tengah rusak karena kehilangan cairan yang mengakibatkan kulit manggis menjadi keras (Qanytah 2004.). Kekerasan kulit buah manggis berkorelasi positif dengan kalsium pektat dan berkorelasi negatif dengan kadar pektin dan aktivitas poligalakturonase (Auliani 2010).
         Pada buah yang masih muda, banyak mengandung senyawa protopektin yang berfungsi sebagai penguat lamella tengah dan membran sel. Protopektin tersebut merupakan makromolekul yang tersusun dari polimer asam galakturonat, banyak kalsium dan magnesium. Pengaruh kekerasan oleh ion kalsium disebabkan terbentuknya ikatan menyilang antara ion kalsium divalent dengan polimer senyawa pektin yang bermuatan negatif yaitu pada gugus karboksil asam galakturonat. Ikatan tersebut akan mempengaruhi daya larut senyawa pektin sehingga akan semakin kokoh dari gangguan mekanis (Winarno dan Aman 1981).


2.2  Kandungan dari Kulit Buah Manggis
Selain rasa yang manis dan penampilannya yang enak dilihat, buah Manggis juga memiliki banyak kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan. Bahkan di beberapa negara, sudah sejak lama buah Manggis ini dijadikan sebagai bahan terapi maupun obat alternatif.
Sedangkan di kalangan masyarakat tradisional sendiri, buah Manggis dipercaya bisa menyembuhkan beberapa penyakit seperti sariawan, disentri, amandel, borok, dengan kemampuan anti-peradangan atau anti-inflamasi yang dimilikinya.
Hasil penelitian ilmiah menyebutkan bahwa kulit buah Manggis sangat kaya akan anti-oksidan, terutama xanthone, tanin, asam fenolat maupun antosianin. Dalam kulit buah Manggis juga mengandung air sebanyak 62,05%, lemak 0,63%, protein 0,71%, dan juga karbohidrat sebanyak 35,61%. Dibawah ini adalah zat-zat yang terkandung dalam kulit manggis.
A.   Xanthone
            Antioksidan yang terdapat dalam  kulit buah Manggis dengan kadar yang tinggi ini memiliki sifat yang baik dan bermanfaat bagi tubuh, seperti anti-peradangan, anti-diabetes, anti-kanker, anti-bakteri, anti-jamur, anti-plasmodial, dan mampu meningkatkan kekebalan tubuh, hepatoprotektif.
            Di dalam senyawa xanthone teridentifikasi sekitar 14 jenis senyawa turunannya. Yang paling banyak terkandung dalam buah Manggis ialah kandungan alfa-mangostin dan gamma-mangostin. Apa itu alfa-mangostin?
            Alfa-mangostin adalah senyawa yang sangat berkhasiat dalam menekan pembentukan senyawa karsinogen pada kolon. Selain alfa-mangostin, senyawa xanthone juga mengandung gamma-mangostin yang juga memiliki banyak manfaat dalam memberikan proteksi atau melakukan upaya pencegahan terhadap serangan penyakit.
            Menurut penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 1970-an, kedua turunan senyawa xanthone tersebut bisa menghentikan proses peradangan atau inflamasi dengan jalan menghambat enzim COX-2 yang merupakan enzim pemicu peradangan.
            Dalam penelitian lainnya juga ditemukan fakta bahwa gamma-mangostin memiliki sifat anti-radang yang jauh lebih baik dibandingkan dengan obat-obat inflamasi yang selama ini beredar di pasaran.
            Dengan demikian, gamma-mangostin mampu memberikan proteksi pada serangan penyakit yang menyebabkan inflamasi seperti alzheimer dan arthritis.
B . Tanin
Tanin, senyawa lain yang terkandung dalam kulit buah Manggis, memiliki aktifitas antioksidan yang mampu menghambat enzim seperti DNA topoisomerase, anti-diare, hemostatik, anti-hemoroid, dan juga menghambat pertumbuhan tumor.
Tanin sendiri mampu membentuk kompleks kuat dengan protein sehingga dapat menghambat penyerapan protein dalam pencernaan. Dengan kata lain bisa disebut anti-nutrisi.
Oleh sebab itu, kadar tanin dalam produk-produk pangan patut diperhatikan dan diformulasikan secara cermat supaya kadarnya aman untuk pencernaan manusia.
            Antosianin juga memiliki kemampuan sebagai anti-oksidan yang baik dan memiliki peranan yang cukup penting dalam mencegah beberapa penyakit seperti kanker, diabetes, kardiovaskuler, dan neuronal.
            Antosianin merupakan kelompok pigmen yang terdapat dalam tanaman dan biasanya banyak ditemukan dalam bunga, sayuran maupun buah-buahan seperti Manggis, Stroberry, Rasberry, Apel, dan lainnya.

C . Anti-Inflamasi (Peradangan)

            Kulit buah Manggis memiliki kemampuan sebagai anti-inflamasi (anti-peradangan). Untuk membuktikan hal itu, penelitian yang dilakukan adalah dengan memakai mangostin dari ekstrak etanol 40% yang memiliki aktifitas penghambatan terhadap pelepasan nistamin dan sintesis prostagladin E2 sebagai perantara inflamasi. Kandungan ekstrak etanol dalam kulit buah Manggis mampu meredam radikal bebas secara kuat.

D . Anti-Kanker

            Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kandungan xanthone dalam kulit buah Manggis mampu berperan sebagai senyawa anti-kanker. Kulit buah Manggis memiliki sifat antiproliferasi untuk bisa menghambat pertumbuhan sel kanker, selain juga mampu menghancurkan sel kanker.

2.3 Cara Pemanfaatan Kulit Buah Manggis untuk Kesehatan
                 Dibawah ini akan dibahas tentang cara pemanfaatan kulit buah manggis dengan mengolahnya sebagai jus kulit manggis yang dijadikan sebagai obat . Kita coba mengakali bagaimana caranya agar jus ini dapat dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh orang banyak tanpa membebani mereka dengan pengeluaran yang tidak wajar. Dasar rujukan ilmiyah dari resep ini berdasarkan artikel yang dimuat oleh Majalah Trubus No. 503, Edisi Oktober 2011
Langsung saja :
Bahan :
-1buahmanggis.
- Madu 
- Gula rendah kalori, atau gula aren.
- 1 gelas air matang.
Caranya:
Siapkan 1 buah manggis yang bagus, sudah matang, dengan ukuran sedang sampai besar.
Pilih yang kulitnya paling bersih, dan bebas dari getah2 kuning khas manggis.
Buanglah kelopak manggis (yang berwarna hijau) yang berada di pangkal buah manggis tempat batang manggis tsb.
Cuci bersih buah manggis tsb, utk menghilangkan kotoran dan noda2 yang yg menempel pada kulit manggis.
Buang kulit luar manggis yang keras itu
Kupas tipis kulit luarnya karena pada kulit luar terdapat zat lilin (kulit luar akan menutupi dinding perut atau menghalangi penyerapan )
Ini yang menyebabkan sembelit bahkan bisa terjadi diare berkepanjangan.
Siapkan blender, atau alat pembuat jus.
Bukalah manggis dengan tangan sehingga pecah merekah.
Catatan
WALAUPUN INI JUS KULIT MANGGIS, TAPI BUKAN HANYA KULITNYA SAJA YANG DI JUS, tapi semuanya, TERMASUK BIJINYA.
Jadi, masukkan semua daging manggis (yg berwarna putih sekalian biji manggis didalamnya) kedalam wadah blender.
Potong2lah kulit manggis (daging kulit), boleh dengan pisau, atau boleh dengan menyobek2nya, dan masukkan juga kedalam wadah blender.
Tambahkan 4-5 sendok makan madu, dan air matang sebanyak 1 gelas (350-400 cc). Nantinya jika kurang manis, boleh ditambahkan madu secukupnya atau gula aren atau gula rendah kalori (Tropicana Slim) sesuai selera.
Tambah rosella segar untuk mengurangi rasa pahit kulit tersebut.
Blenderlah manggis beserta kulit (daging kulit), dan bijinya tsb sampai benar-benar halus (sekitar 3 - 4 menit).
Jus kulit manggis telah siap.
Simpanlah dalam wadah yang bisa di tutup rapat, bisa botol, atau wadah Tupper ware, dan simpan di lemari es.
Aturan pakai :
3 x sehari, @3-4  sendok makan (30cc)  Pagi setelah bangun tidur: Siang dan malam sebelum tidur
Apabila anda mempunyai gejala mag sebaiknya dikonsumsi setelah makan.
dan perbanyak minum air putih ( memperlancar penyerapan dan berfungsi untuk memperlancar sistem sekresi racun dalam tubuh.
 



CATATAN  :
Ø  Jus ini rasanya tidak enak. Untuk merubah rasanya agar lebih enak, silahkan berimprovisasi dengan menambahkan 1 sendok teh cuka rosella, atau cuka apel,  atau setengah buah apel, atau 8 buah  buah anggur, atau perasan jeruk lemon dll.
Ø  (Tapi kalau saya pribadi, tidak ada masalah dengan rasa jus yg tidak enak ini) Dan jika anda ingin berimprovisasi, maka pikirkan agar bahan2 tambahan yang anda campurkan, tidak merusak rasa asli dan khasiat dari kulit manggis itu sendiri.
Ø  Permukaan atas jus ini akan menghitam jika terkena udara, ini tidak ada masalah, tidak perlu dibuang lapisan yang menghitam ini.
Ø  Tidak disarankan untuk  dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.
Ø  Pada awal pemakaian, perut terasa tidak enak. Maka tidak usah kuatir. Ini biasa, sebab ada reaksi tindak balas utk pertama kali dari tubuh terhadap kandungan zat dalam jus ini.
Untuk pemakaian berikutnya, rasa tidak enak ini akan hilang dengan sendirinya (at least, ini yang saya alami)
Dalam 2-3 hari pemakaian, efek pengobatan dari jus ini akan membuahkan hasil secara nyata dan signifikan,.
Anda boleh menyebarkan resep ini (copas), “ Berbagilah maka kamu semakin kaya”  
Dan jika anda mau,  anda boleh membuka usaha penjualan jus ini, tanpa harus membayar apapun kepada saya. Tapi ingat, jangan racuni konsumen anda dengan bahan pengawet.
3.4 Penyakit yang dapat Dicegah dan Disembuhkan dengan Kulit Buah Manggis
            Benarkah ada manfaat kulit manggis bagi kesehatan? Selama ini kita hanya mengenal manggis sebagai buah berwarna ungu kemerahan yang daging buahnya sangat manis dan segar saat digigit; tapi kulitnya? Seringkali kita hanya membuangnya percuma begitu saja, bukan? Kita selama ini hanya menganggap kulit manggis sebagai sampah, kini orang mulai mencarinya untuk dikonsumsi.
            Ternyata, khasiat kulit manggis selain mengandung Xanthone yang merupakan zat yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, kulit buah manggis juga sangat kaya akan antioksidan tinggi yang dapat mengobati berbagai macam penyakit bahkan penyakit maut sekalipun seperti penyakit jantung, kanker,stroke, diabetes, ginjal, hepatitis, AIDS, dan lain-lain.
            Kulit manggis mengandung 50 senyawa xanthone. Xanthone adalah bioflavonoid yang bersifat antioksidan, antibakteri, antitumor, antialergi, antiinflamasi dan antihistamin. Di alam ini terdapat sekitar 200 jenis xanthone dimana 50 jenis diantaranya berada pada buah manggis (Garcinia mangostana). Senyawa itu tersebar pada kulit buah dan biji, kulit batang, daun serta sebagian kecil pada daging buahnya.
            Beberapa penelitian telah dilakukan di berbagai negara untuk membuktikan bahwa ternyata terdapat cukup banyak manfaat kulit manggis untuk kesehatan. Penelitian berbagai manfaat kulit manggis ini dilakukan di seluruh dunia tersebar di 4 benua, 12 negara dan semuanya memberikan hasil yang positif. Mungkin hal ini cukup mengejutkan bagi kita semua. Beberapa peneliti manfaat kulit manggis mengatakan bahwa kulit manggis mujarab mengatasi berbagai macam penyakit berkat adanya senyawa xanthone.
            Kulit manggis terbukti  sangat efektif sebagai antioksidan. Antioksidan senyawa yang dapat mencegah terjadinya reaksi  terhadap oksidasi radikal bebas. Selanjutnya, antioksidan akan bereaksi dengan radikal bebas sehingga dapat mengurangi kemampuan radikal bebas untuk menimbulkan kerusakan. Mari kita lihat beberapa diantara manfaat kulit buah manggis tersebut bagi kesehatan ;
A.        Menjaga  Kesehatan Tubuh dan Meningkatkan Energi.

         Jika dikonsumsi oleh kita secara rutin maka jus kulit buah manggis dapat meningkatkan energi, memicu perasaan bahagia serta menambah stamina. Xanthone dari kulit manggis yang merupakan antioksidan tingkat tinggi dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta mengontrol berbagai serangan penyakit.

B.         Memperbaiki Elastisitas Sel Tubuh dan Menurunkan Berat Badan.

         Kandungan antioksidan yang sangat tinggi yang terdapat dalam kulit buah manggis dapat meningkatkan regenerasi sel-sel sehingga dapat memperlambat proses penuaan. Kandungan antioksidan pada kulit manggis yaitu 66,7 kali wortel dan 8,3 kali kulit jeruk.  Sebagai antioksidan, xanthone memiliki gugus hidroksida yang sangat efektif untuk mengikat radikal bebas yang merupakan penyebab dari rusaknya sel tubuh. Selain itu, antioksidan tersebut juga dapat membantu dalam hal penurunan berat badan dengan cara menyeimbangkan kadar kortisol – yaitu hormon yang dapat menstimulasi penumpukan lemak dalam tubuh.

C.        Menyeimbangkan Sistem Kelenjar Endokrin.

         Kulit manggis mengandung senyawa yang bernama “Xanthone” yang bekerja menyeimbangkan sistem kelenjar endokrin. Sistem kelenjar endokrin yang seimbang menimbulkan keseimbangan yang baik dari semua hormon dan neurokimia yang diproduksi oleh sistem endokrin. Xanthone juga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka, mengeluarkan racun dari hati, dan lain-lain.

D.        Menjaga Kesehatan Otak.

         Antioksidan yang ada di dalam kulit buah manggis juga dapat membantu mencegah penurunan fungsi otak yang dapat mengakibatkan penyakit seperti demensia dan Alzheimer, juga mencegah terjadinya faktor kerusakan sistem syaraf yang dapat mengakibatkan penyakit Parkinson. Kandungan flavonoid di dalam kulit buah manggis bekerja untuk menghentikan kerusakan ringan pada memori otak.

E.         Meningkatkan Kemampuan Tubuh Dalam Mengatasi Stress.

         Di saat terjadinya stress, tubuh kita akan memproduksi hormon kortisol secara berlebihan. Zat Xanthone yang terdapat di dalam kulit manggis bekerja untuk menyeimbangkan kadar hormon kortisol sehingga secara alami tubuh mampu menurunkan tingkat depresinya serta meningkatkan mood.

F.         Menjaga Kesehatan Pencernaan.

         Kandungan antioksidan di dalam kulit buah manggis dapat membantu untuk melindungi dan menurunkan kandungan asam yang tinggi pada lambung. Zat antimikroba dalam kulit manggis dapat memerangi bakteri, parasit dan jamur dalam perut. Selain itu juga, zat antimikroba tersebut bekerja untuk mengatasi iritasi usus besar dan usus kecil yang dapat menyebabkan gangguan fungsi pencernaan dan serta diare. Ekstrak kulit manggis juga mampu mencegah radang usus besar dengan cara menghambat infeksi pada kantong-kantong yang terdapat di lapisan usus besar.

G.        Mencegah Batu Ginjal.

         Mengkonsumsi ekstrak kulit manggis dalam jumlah tertentu secara rutin akan membuat anda mengeluarkan air seni lebih sering sehingga anda dapat terhindar dari penyakit infeksi saluran kemih dan juga masalah batu ginjal.
         Kulit Manggis mempunyai kandungan senyawa xanthone yang saat ini banyak dikembangkan dan diproduksi dalam bentuk sirup, yang kemudian terkenal dengan nama sirup xanthone. Sirup ini sangat terkeenal karena mengandung zat antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Beberapa penelitian menunjukkan, senyawa ini memiliki sifat sebagai antidiabetes, antikanker, anti peradangan, antibakteri, antifungi, antiplasmodial, dan meningkatkan kekebalan tubuh. 
        






BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada BAB II , maka dapat disimpulkan sebagai berikut .

(1)Cara pemanfaatan kulit buah manggis untuk kesehatan adalah dengan mengolahnya menjadi jus buah dengan menggunakan semua bagian dari buah manggis tersebut
(2)Kulit buah manggis dapat mencegah berbagai penyakit , seperti kerapuhan tulang , mencegah penyakit alzheimer dan mencegah penyakit kanker dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit pula seperti kanker hati dan mengobati tekanan darah tinggi .

3.2  Saran
Memanfaatkan pengobatan tradisional itu lebih baik dibanding menggunakan pengobatan kimia . Banyak manfaat dari kulit manggis , utamanya untuk mengobati penyakit 
Ø Untuk itu perlu kesadaran masyarakat untuk mengerti betapa pentingnya kulit manggis untuk kesehatan .
Ø Mulai dari membantu penyembuhan sampai pencegahan terhadap penyakit .Itu karena kulit buah manggis mengandung banyak zat-zat yang baik untuk tubuh.  Oleh sebab itu masyarakat baiknya memikirkan tentang manfaat kulit buah manggis .









Daftar Pustaka

Agus.2012 . Menilik Lebih Jauh Manfaat Kulit Manggis Bagi Kesehatan (online), (http://manfaatkulitmanggis.com/, diakses 19 Desember 2012)
AnneAhira.2012 .Dasyatnya Manfaat Buah Manggis (online), (http://www.anneahira.com/manfaat-buah-manggis.htm, diakses 19 Desember 2012)
http://kumpulanse.blogspot.com/2013/01/karya-ilmiah-buah-manggis.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar