Selasa, 15 Mei 2012

Pelem Campurdarat Tulungagung

 A.    Sejarah dan Asal – usul Desa.
            Dahulu kala sebelum desa Pelem terbentuk pemerintahan desa, hanya merupakan suatu wilayah babatan. Dan yang membuka wilayah babatan tersebut adalah tiga orang dari kerajaan Mataran, yaitu :
1. Eyang Ibrahim, membuka wilayah bagian timur.
2. Eyang Tambakreso, membuka wilayah tengah
3. Eyang diposentono, membuka wilayah Barat.
Setelah ketiga orang tersebut berhasil membuka wilayah babatan, maka lambat laung dibentuklah system pemerintahan. Namun Eyang Tambakreso yang ada diwilayah tengah tidak memikirkan masalah duniawi, maka wilayahnya digabungkan ( diserahkan ) kepada Eyang Diposentono yang ada di wilayah barat. Akhirnya terdapat wilayah pedukuhan yaitu Suberjo, Pelem, dan Tambak dengan pusat pemerintahan di Dukuh Pelem. Sedangkan wilayah timur yang dipegang oleh Eyang Ibrahim dengan wilayah pedukuhan yaitu, Jambu, Bangak, Jinggring dan Golong dengan pusat pemerintahan di Dukuh Jambu.
          Akhirnya kedua wilayah tersebut terbentuklah  suatu pemerintahan desa yaitu :
1. Desa Pelem
2. Desa Bangak
Sepeninggalan Eyang Diposentono Desa Pelem dipegang oleh Eyang Dipojono. Sedangkan sepeninggalan Eyang Ibrahim Desa Bangak dipegang oleh eyang Singodimedjo. Dan sepeningalan Eyang Dipojono Desa Pelem dipegang oleh Eyang Kucir. Sedangkan Desa Bangak seninggal eyang Singodimedjo dipegang oleh Eyang Sutomedjo.
          Dengan adanya anjuran dari pemerintah Belanda ( karena Indonesia masih dijajah Belanda ) untuk penggabungan beberapa desa menjadi satu desa. Dan salah satunya adalah Desa pelem dan Desa Bangak. Maka kemudian diadakanlah pemilihan dua pemegang kekuasaan wilayah desa tersebut yaitu Eyang Sutomedjo dan Eyang Kucir. Di dalam pemilihan pertama kalinya diadakan pemilihan yang unggul adalah Eyang sutomedjo, selanjutnya digabunglah dua desa tersebut menjadi satu.
          Setelah dua wilayah tersebut menjadi satu desa yaitu Desa Pelem, namun ada pengurangan dua wilayah pedukuhan yang ada dipegunungan yaitu dukuh Golong dan dukuh Jinggring yang selanjutnya digabungkan dengan Desa Pakisrejo. Akhirnya desa Pelem menjadi lima pedukuhan yaitu Dukuh Sumberjo, Dukuh Pelem, Dukuh Tambak, Dukuh Jambu, dan Dukuh Bangak hingga sekarang.

B.  Kondisi Desa
Desa Pelem memiliki luas wilayah secara keseluruhan adalah : 735,690 Ha. Dimana luas tersebut terbagi atas 323,408 Ha adalah pemukiman penduduk sisanya 194,031 Ha adalah lahan kering dan 218,251 Ha adalah area persawahan.
Sedangakan kondisi fisik jalan yang terdapat didesa Pelem, yaitu terlihat dari tabel berikut ini :
No
Jenis Jalan
Panjang
Kondisi
1.
Aspal
3 Km
Baik & terawat
2.
Makadam
2500 m
Baik & terawatt
3.
Tanah
2 Km
Rusak

          Selain itu Desa Pelem juga memiliki tempat – tempat hiburan untuk anak – anak ataupun dewasa. Tempat wisata ini bisa digunakan kapanpun untuk rekreasi dan tempat bermain, yaitu kolam renang yang tepatnya berada di dusun Pelem dan Wisata Cuban yang berada di Dusun Jambu, serta wisata yang lainnya.
          Mungkin dari sekian wisata yang ada di desa Pelem, yang lebih dikenal oleh banyak orang didaerah – daerah lain adalah wisata Cuban. Tempat ini sering dikunjungi oleh orang – orang untuk sekedar melihat – lihat pemandangan dan air terjun ataupun untuk sekedar jalan – jalan. Lebih ramai lagi apabila ada saat hari minggu atau liburan, banyak orang – orang dari para remaja dan orang – orang dewasa yang datang kesana. Cuban ini tempatnya berada didaerah perbukitan yang cukup terjal yang dikelilingi oleh area tegal dan area persawahan.

C.    Keadaan Alam
Desa Pelem merupakan wilayah yang secara geografis merupakan dataran rendah, memiliki pegunungan dan lahan persawahan yang juga tidak terlalu luas, serta pemukiman penduduk yang cukup padat.
Desa Pelem berada pada ketinggian 83 m diatas permukaan air laut, dan berada cukup dekat dari pusat perkotaan Kecamatan Campurdarat, yaitu sekitar 2 Km. sehingga sebagian besar penduduknya cukup memiliki akses yang memadai pada fasilitas – fasilitas yang dimiliki Kecamatan.
Seperti halnya pada fasilitas kesehatan di Desa Pelem yang tergambar pada tabel berikut:
No
Fasilitas Kesehatan
Jumlah
1.
Posyandu
7 Unit
2.
Polindes
1 Unit

Sedangkan untuk pusat perekonomian yang ada di Desa Pelem adalah :
No
Jenis Pusat Perekonomian
Jumlah
1.
Pasar Modern/Swalayan
1 Unit
2.
Toko/Pracangan
22 Unit
3.
Industri Rumah Tangga
197 Unit
4.
Industri Jasa
21 Unit
BAB III
SISTEM RELIGI

Religi adalah agama atau bisa juga disebut sebagai suatu kepercayaan masyarakat terhadap suatu hal tertentu. Namun agama dan kepercayaan itu berbeda. Agama merupakan ajaran atau system yang mengatur keimanan manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan kepercayaan adalah sikap menganggap sesuatu benar adanya yang bersifat rohaniah. Perbedaannya agama terikat dengan dogma – dogma / ajaran – ajaran tertentu, sedangkan kepercayaan tidak terikat.
Dalam hal ini terdapat juga pada penduduk Pelem. Dari sisi keyakinan beragama, di Desa Pelem ada lima agama yang di anut oleh masyarakatny. Mayoritas dari lima agama tersebut penduduk desa pelem beragama islan yaitu : 7576 jiwa, penganut Kristen Katolik sebanyak : 9 jiwa, dan yang menganut agama Hindu hanya berjumlah : 3 jiwa.
Selain itu, sisa penduduk dari yang menganut tiga agama diatas, mereka menganut penghayat kepercayaan ( mempercayai tradisi nenek moyang dahulu ) bejumlah : 233 jiwa. Seperti acara selametan kematian, sebagian masyarakat desa Pelem masih percaya dan melakukan tradisi – tradisi nenek moyang dahulu. Misalnya, upacara selamatan yaitu upacara makan bersama yang disertai pembagian makanan yang sebelumnya telah diberi doa.
Di desa Pelem juga memiliki ketersediaan fasilitas untuk beribadah, yaitu berjumalah ; 8 unit masjid, dan musholla sebanyak 16 unit.



SISTEM ORGANISASI SOSIAL

Organisasi social merupakan kegitan tertentu atau kegiatan rutin yang dilakukan oleh suatu masyarakat desanya sendiri.
Hal ini terdapat juga di masyarakat desa Pelem. Di desa Pelem juga mempunyai organisasi social tertentu, yaitu diantaranya :
1.        Dalam Partai Politik / Lembaga Sosial Masyarakat ( LSM )
Partai politik adalah suatu kelompok organisasi dalam suatu pemeritahan, yang dijadikan wakil untuk mewakili setiap organisasi dalam berpolitik.
Dan masyarkat desa Pelem juga memiliki partai – partai politik sendiri yaitu :
Ø  Golkar ( Golongan Karya )
Ø  PKB ( Partai Kebangkitan Bangsa )
Ø  PDI ( Partai Demokrasi Indonesia )
Ø  PKNU
2.        Dalam bidang Keagamaan
Di desa Pelem juga mempunyai kegiatan – kegiatan tertentu dalam hal keagamaan, dan masyaraktnya pada waktu – waktu tertentu, seperti :
Ø  Kumpulan Jantiko / Khataman Al –Qur’an yang diadakan setiap Ahad Pon.
Ø  Diadakannya pengajian awal tahun ( 1 Muharram )
Ø  Pemberian santunan kepada anak yatim yang dilakukan setiap 10 suro.
Ø  Kegiatan kelompok yasinan oleh jama’ah laki – laki dan jama’ah perempuan.
3.    Dalam bidang Ekonomi
Dan dalam bidang ekonomi ini, masyarakat desa Pelem juga mendirikan koperasi, yang tujuannya untuk membantu masyarakatnya sendiri. Koperasi ini dinamankan “ KopWan “ ( Koperasi Wanita ). Koperasi ini dilakukan satu bulan sekali dan tempatnya di balai desa.

BAB V
EKONOMI

Berdasarkan mata pencahariannya, penduduk desa pelem terbagi dalam :
No
Jenis Mata Pencaharian
Jumlah
1.
Petani
4559
2.
Buruh Tani
2059
3.
PNS / Pegawai Pemerintah
147
4.
Pegawai Swasta
417
5.
Usaha Sendiri
197
6.
Tidak Bekerja
432

Dari keterangan tabel diatas, kita tahu bahwa desa pelem bisa dikatakan sebagai daerah agraris, karena sebagian wilayahnya merupakan daerah persawahan oleh karena itu mayoritas mata pencaharian penduduk desa pelem adalah bertani dan buruh tani.
Di bawah ini sekilas penjelasan tentang sebagian pekerjaan penduduk desa pelem  :
1)      Bertani
Seperti disebutkan di atas tadi, bahwa penduduk desa pelem mayoritas bekerja sebagai petani. Luas lahan persawahan di desa pelem ini 218, 251 Ha. Para penduduk desa pelem menanami sawahnya dengan pergantian musim, yaitu pasa musim penghujan dan musim kemarau. Pada musim penghujan penduduk desa pelem menanami sawah mereka dengan berbagai jenis benih padi, seperti : legowo, bromo, serang, 64, dll. Dan dalam menanam padi penduduk desa pelem membutuhkan waktu selama 4 bulan untuk memanennya. Dan saat pergantian musim ke kemarau, biasanya lahan – lahan persawahan kosong, dan para petani menanaminya dengan tanaman – tanaman ringan, seperti : kacang panjang, kedelai, jagung dll. Sedangkan pada musim kemarau, penduduk desa pelem menanami sawahnya dengan tembakau. Dan untuk memanennya mereka memerlukan waktu selama 3 bulan.
2)      Beternak
Selain bertani penduduk desa Pelem juga bekerja sebagai Peternak hewan, seperti : sebangsa unggas ( ayam, itik dan gemak ), kambing, dan sapi.
Namun penduduk desa Pelem kebanyakan memelihara sapi. Dari sapi tersebut, mereka bisa memperanakkannya dan apabila mereka membutuhkan uang, dengan cara menjual anak hasil peranakan yang sudah besar.
Beternak ini bisa dikatakan sebagai mata pencaharian penduduk desa Pelem setelah pertanian, dan digolongkan pada jenis mata pencaharian yang dari Usaha Sendiri.
3)      Industri
Industri ini juga merupakan usaha sendiri penduduk desa Pelem, yang mana sudah memproduksi dan menghasilkan sesuatu yang akhirnya berkembang dan dijual untuk masyarakat lain. Penduduk desa Pelem memiliki industri kecil – kecilan yang menjadi mata pencahariannya sehari – hari, namun tetap bisa bertahan sampai sekarang. Dan industry tersebut, diantaranya :
ü  Industri krupuk gadung yang berada di dusun Pelem dan dusun Sumberjo.
ü  Industri kerajinan batu yang berada di 3 dusun,yaitu dusun tambak, Pelem dan Sumberjo.
4)      Jasa
Dan sebagian penduduk desa Pelem pekerjaannya dalam bidang jasa, yaitu mengabdikan diri untuk membantu masyarakat lain yang membutuhkan jasanya. Membantu masyarakat lain yang membutuhkan jasanya.
Diantaranya yaitu :
ü  Seorang Tentara
ü  Seorang Dokter desa ( mantri )
ü  Buruh tani



PENGETAHUAN

A.    Lembaga Pendidikan
   Lembaga Pendidikan termasuk juga fasilitas pendidikan yang terdapat di suatu tempat wilayah. Fasilitas Pendidikan desa pelem tergambar pada tabel berikut :
No
Gedung Pendidikan
Jumlah
1.
PAUD
2 unit
2.
TK
5 unit
3.
SD / MI
4 unit

   Dengan adanya fasilitas Pendidikan yang ada pada tabel diatas diharapkan bisa membantu masyarakat desa pelem. Dan untuk lebih memajukan pengetahuan SDM, agar masyarakatnya tidak akan ketinggalan terhadap pengetahuan.

B.     Data Pendidikan
Dari segi tingkat pendidikannya penduduk desa pelem terbagi dalam :
No
Tingkat Pendidikan
Jumlah
1.
Buta Huruf
795
2.
SD
1966
3.
SLTP
916
4.
SLTA
423
5.
PT
291




Dengan tingkat pendidikan yang tampak dari tabel tersebut, jelas persoalan SDM juga masih menjadi pokok pemikiran desa untuk bisa mengembangkan lagi tingkat SDM tersebut melalui kegiatan – kegiatan pelatihan, kursus dan pola – pola pendidikan nonformal lainnya. Terutama adalah kegiatan yang sekaligus juga dapat menunjang ekonomi keluarga.

KESENIAN

Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan. Segala kegiatan dan buah pikiran manusia menghasilkan kebudayaan tiap kelompok masyarakat mempunyai kebudayaan yang berbeda. Dan kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan dan ciri khas yang mewakili sebuah kebudayaan manusia. Oleh karena itu, pelestarian kesenia mutlak dibutuhkan sebagai usaha melestarikan kebudayaan.
Penduduk desa pelem juga memiliki kesenian yang berbeda denga kebudayaan lain. Desa pelem memiliki kesenian yang menjadikan bahwa itu ciri khas desa pelem, yaitu kesenian manten kucing, reog, sholawatan, dll.
Dan mungkin dari kesenian yang ada di desa pelem yang banyak dikenal oleh semua kalangan dari daerah lain adalah manten kucing. Karena selain kesenian ( pertunjukan ) penduduk desa pelem, manten kucing ini merupakan suatu upacara ( ritual ) yang dilakukan penduduk desa pelem untuk meminta diturukannya hujan.
Pertunjukan manten kucing ini dilakukan saat musim kemarau panjang di coban. Pertunjukan manten kucing ini merupakan suatu upacara ritual dengan cara memandikan dua ekor kucing, yaitu kucing betina dan kucing jantan, lalu dihias layaknya pengantin, lalu seorang sesepuh membacakan mantra, setelah itu hujan pun turun.

TEKNOLOGI

Teknologi merupakan segala hal yang berhubungan dengan sistem perawatan / suatu aplikasi dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Jadi, teknologi adalah penerapan cara – cara tertentu agar dalam mengerjakan sesuatu dapat dikerjakan dengan mudah, cepat, efektif, dan efisien.
Teknologi terbagi dalam :

1.      Bidang Transportasi
Perjalanan jauh tidak jadi masalah untuk bepergian. Alat transportasi sekarang berkembang dan lebih maju. Dengan kemajuan transportasi yang semakin pesat memudahkan manusia untuk bekerja.
Dalam desa pelem pun transportasinya juga mengalami perkembangan. Dengan adanya kemajuan transportasi, bisa membantu masyarakat desa Pelem dalam bekerja. Dari sekian banyak masyarakat hampir semuanya memiliki alat transportasi. Dan hampir 98% masyarakat desa Pelem mempunyai sepeda dan motor. Selain itu ada juga masyarakat desa Pelem yang memiliki transportasi lain, seperti :
Ø  Truk
Ø  Mobil
Ø  Edhet,
Ø  Luku, dll.

2.      Bidang Komunikasi
Jarak tidak lagi menjadi masalah untuk berkomunikasi. Berbagai jaringan dan media komunikasi yang semakin luas, membuat komunikasi masyarakat terus mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat.
Begitu juga yang terdapat di desa Pelem, masyarakat desa Pelem tidak perlu mempermasalahkan jarak jauh untuk berkomunikasi dengan orang lain. Karena dengan adanya alat komunikasi yang sudah berkembang kemana – mana.
Komukasi yang dimiliki masyarakat desa Pelem, seperti :
Ø  Handphone
Ø  Telepon rumah, dll.

3.      Bidang Informasi
Pada jaman sekarang informasi tidak jadi halangan buat semua kalangan masyarakat, karena adanya alat informasi yang semakin maju. Berbagai media sudah menyebar luas pada kalangan orang – orang dewasa, anak – anak muda, bahkan anak –anak kecilpun sudah mengenal dengan adanya informasi yang semakin canggih.
Dan masyarakat desa Pelem juga memiliki jaringan informasi seperti :
Ø  Warnet yang terdapat di dusun Tambak
Ø  Televisi
Ø  Radio, dll


BAHASA

Bahasa merupakan salah satu cirri khas yang dimiliki oleh manusia untuk membedakan dari makhluk – makhluk yang lain. Bahasa juga berfungsi sebagai alat komunikasi antar manusia. Namun setiap daerah mempunyai bahasa daerah sendiri – sendiri.

1.        Bahasa Pergaulan
Bahasa pergaulan adalah bahasa yang mengikuti adanya perkembangan jaman yang biasanya juga sering berubah – ubah. Dan biasanya hanya dipakai oleh anak – anak remaja.
Masyarakat desa Pelem khususnya pada kalangan anak remajanya banyak yang memakai bahasa pergaulan seperti : loe, gue, dll.

2.      Bahasa Yang dikuasai
Dalam desa Pelem masyarakatnya memakai bahasa jawa. Dan bahasa jawa ini dibagi menjadi 2 yaitu bahasa jawa ngoko dan bahasa jawa karma.
Bahasa jawa ngoko ini biasanya dipakai oleh seorang atasan kepada bawahannya, ataupun dipakai oleh orang yang lebih tua kepada yang muda. Sedangkan bahasa jawa karma dipakai oleh orang yang lebih muda kepada yang lebih tua.

3 komentar:

  1. Wah ternyata ada juga orang Pelem yang jadi Blogger keren kayak gini,salam kenal kawan,iki kancane dewe..campurdarat

    BalasHapus
  2. hebat.mantep tenan.salam kenal dr wong asli jambu coban.teruskan kawan.ku slalu mengikuti.

    BalasHapus