Sabtu, 20 September 2014

Ruminansia perah



SAPI PERAH
Bangsa sapi perah daerah subtropics

Ayrshire.
Bangsa sapi Ayrshire dikembangkan di daerah Ayr, yaitu di daerah bagian barat Skotlandia. Wilayah tersebut dingin dan lembab, padang rumput relative tidak banyak tersedia. Dengan demikian maka ternak terseleksi secara alamiah akan ketahanan dan kesanggupannya untuk merumput (Blakely,1991).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxSL7Wj7aWBtPXognB4TLyrTIqn4TB_GG4ZqCnPnKXGbMDabbZDbFUEXPU4y8d6MDs_7GVPqdHIgyH2Aqy1jqJSbVEjIm9ZITwiPOUiEu6V4Yw_jtF8p_x4rNnkT7-wuGwchfYB0ZHCn9E/s320/ayrshire.jpeg
Pola warna bangsa sapi Ayrshire bervariasi dari merah dan putih sampai warna mahagoni dan putih. Bangsa sapi ini lebih bersifat gugup atau terkejut bila dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang lain. Para peternak dahulu nampak masih berhati-hati dalam usaha mereka dalam melakukan seleksi kearah tipe yang bagus. Hasil itu masih nampak dalam gaya penampilan, simetri, perlekatan ambing yang nampak, disamping kehalusan dan kebersihannya sebagai tipe perah. Sapi Ayrshire hanya termasuk dalam peringkat sedang dari sudut daging serta pedet yang dilahirkan. Rata-rata bobot badan sapi betina dewasa 1250 pound dan sapi jantan mencapai 1600-2300 pound. Produksi susu menurut DHIA (1965/1966) rata-rata 10312 pound dengan kadar lemak 4% (Prihadi,1997).

Brown Swiss. 
Bangsa sapi Brown Swiss banyak dikembangkan dilereng-lereng pegunungan di Swiss. Sapi ini merumput di kaki-kaki gunung pada saat musim semi sampai lereng yang paling tinggi saat musim panas. Keadaan alam seperti itu melahirkan hewan-hewan yang tangguh akan kemampuan merumput yang bagus. Ukuran badannya yang besar serta lemak badannya yang berwarna putih menjadikannya sapi yang disukai untuk produksi daging (Blakely,1991).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZzIVMEbSYcaH3egwWSO_oHHqQE9WTJ944xYoISBxFH2W6vPslc-6PWhIX4T29_iwC6YOowYMTUPhSOgXwac6p0yZ7HyM2KJ24lI9UeLzijywEeoRmlCaSxLoWiebI3DuiqdL0_rXEg8Tz/s320/Brown+Swiss.jpeg
Warna sapi Brown Swiss bervariasi mulai dari coklat muda sampai coklat gelap, serta tercatat sebagai sapi yang mudah dikendalikan dengan kecenderungan bersifat acuh. Sapi Brown Swiss dikembangkan untuk tujuan produksi keju dan daging, serta produksi susunya dalam jumlah besar dengan kandungan bahan padat dan lemak yang relative tinggi. Bobot badan sapi betina dewasa 1200-1400 pound, sedang sapi jantan Brown Swiss 1600-2400 pound. Produksi susu rata-rata mencapai 10860 pound dengan kadar lemak 4,1% dan warna lemak susunya agak putih (Blakely,1991).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisGsx7DWX_wbsFc3ewAwDq4y7srl059d2qtYvzTOcv8mPyKCpoDDKkN-LFsBAZCsf3qMxNXDkkuk1NRy_zJhJUzKzgqNLHY53cuktb_hgAK0RqIo03pD5w8XHCmJfgQSwkG8tT2atYTVuI/s320/Guernsey.jpeg
Guernsey.
Bangsa sapi Guernsey dikembangkan di pulau Guernsey di Inggris. Pulau tersebut terkenal dengan padang rumputnya yang bagus, sehingga pada awal-awal seleksinya, sifat-sifat kemampuan merumput bukan hal penting yang terlalu diperhatikan. Sapi perah Guernsey berwarna coklat muda dengan totol-totol putih yang nampak jelas. Sapi tersebut sangat jinak, tetapi karena lemak badannya yang berwarna kekuningan serta ukuran badan yang kecil menyebabkan tidak disukai untuk produksi susu dengan warna kuning yang mencerminkan kadar karoten yang cukup tinggi (karoten adalah pembentuk atau prekusor vitamin A). disamping itu, kadar lemak susu serta kadar bahan padat susu yang tinggi. Bobot badan rata-rata sapi betina dewasa 1100 pound dengan kisaran antar 800-1300 pound. Sedangkan bobot sapi jantan dewasa dapat mencapai 1700 pound. Produksi susu sapi Guernsey menurut DHIA (1965/1966) rata-rata 9179 pound dengan kadar lemaknya 4,7% (Prihadi,1997).

Jersey. 
Sapi Jersey dikembangkan di pulau Jersey di Inggris yang terletak hanya sekitar 22 mil dari pulau Guernsey. Seperti halnya pulau Guernsey, pulau Jersey juga mempunyai padang rumput yang bagus sehingga seleksi ke arah kemampuan merumput tidak menjadi perhatian pokok. Pulau itu hasil utamanya adalah mentega, dengan demikian sapi Jersey dikembangkan untuk tujuan produksi lemak susu yang banyak, sifat yang sampai kini pun masih menjadi perhatian. Dalam masa perkembangan bangsa ini, hanya sapi-sapi yang bagus sajalah yang tetap dipelihara sehingga sapi Jersey ini masih terkenal karena keseragamannya (Blakely,1991).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgi6qrrBvdnppw3S0OA2KqQyQsIqp-wOf-zA9xhvsOntnOC2cpBOjPJWUx2ORxAeMv-POABbGUNd89jy90MO4z1hDH2GyeYO4it2-TL0GA2pkjuuNxlwj6hJUmVhbB9Qm3wGjWDt-Td9g5F/s320/Jersey.jpeg
Susu yang berasal dari sapi yang berwarna coklat ini, warnanya kuning karena kandungankarotennya tinggi serta persentase lemak dan bahan padatnya juag tinggi. Seperti halnya sapi Guernsey, sapi Jersey tidak disukai untuk tujuan produksi daging serta pedet yang akan dipotong. Bobot sapi betina dewasa antara 800-1100 pound. Produksi susu sapi Jersey tidak begitu tinggi, menurut standar DHIA (1965/1966) rata-rata produksi sapi Jersey 8319 pound/tahun, tetapi kadar lemaknya sangat tinggi rata-rata 5,2% (Prihadi,1997).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8kTS5_PK2ja2aV7qHfyUgK_0fA5Eb0X0NhDHApU6gazddcnX4k080d7iqFEVY1QRhi0TXD1uE768qoMz8ZevGm2pzFw8angWUaqiYihI0mi9n6BALGADr58t6MlUZ1VYBY03WZR8sI9Sx/s320/FriesienHolstein.jpeg
Holstein – Friesien.
Bangsa sapi Holstein-Friesien adalah bangsa sapi perah yang paling menonjol di Amerika Serikat, jumlahnya cukup banyak, meliputi antara 80 sampai 90% dari seluruh sapi perah yang ada. Asalnya adalah Negeri Belanda yaitu di propinsi Nort Holand dan West Friesland, kedua daerah yang memiliki padang rumput yang bagus. Bangsa sapi ini pada awalnya juga tidak diseleksi kearah kemampuan atau ketangguhannya merumput. Produksi susunya banyak dan dimanfaatkan untuk pembuatan keju sehingga seleksi kearah jumlah produksi susu sangat dipentingkan (Blakely,1991).

Sapi yang berwarna hitam dan putih (ada juga Holstein yang berwarna merah dan putih) sangat menonjol karena banyaknya jumlah produksi susu namun kadar lemaknya rendah. Sifat seperti ini nampaknya lebih cocok dengan kondisi pemasaran pada saat sekarang. Ukuran badan, kecepatan pertumbuhan serta karkasnya yang bagus menyebabkan sapi ini sangat disukai pula untuk tujuan produksi daging serta pedet untuk dipotong. Standar bobot badan sapi betina dewasa 1250 pound, pada umumnya sapi tersebut mencapai bobot 1300-1600 pound. Standar bobot badan pejantan 1800 pound dan pada umumnya sapi pejantan tersebut mencapai diatas 1 ton. Produksi susu bias mencapai 126874 pound dalam satu masa laktasi, tetapi kadar lemak susunya relative rendah, yaitu antara 3,5%-3,7%. Warna lemaknya kuning dengan butiran-butiran (globuli) lemaknya kecil, sehingga baik untuk dikonsumsi susu segar (Blakely,1991).



Bangsa sapi perah daerah tropis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKHWVXdtwQZ-LTeHrnRxtylVMZ13TJJKV8okiFN5e7PU3OIK3xQfMhgWKIFrMZP1TDQJIoC3A-sxZDVKctse0xX44K8tF-JiGhPHQt6Bc8uuEiMm3KXT0TsYpXf7Ixnn1KOj32WEEBTOUm/s320/Sahiwal.jpeg
Sahiwal.
Bangsa sapi Sahiwal berasal dari daerah Punyab, distrik montgo mery, Pakistan, daerah antara 29°5’ -30°2’ LU. Sapi perah Sahiwal mempunyai warna kelabu kemerah-merahan atau kebanyakan merah warna sawo atau coklat. Sapi betina bobot badannya mencapai 450 kg sedangkan yang jantan 500-600 kg. sapi ini tahan hidup di daerah asalnya dan dapat berkembang di daerah-daerah yang curah hujannya tidak begitu tinggi. Produksi susu paling tinggi yaitu antara 2500-3000 kg/tahun dengan kadar lemaknya 4,5%. Menurut Ware (1941) berdasarkan catatan sapi perah Sahiwal yang terbaik dari 289 ekor dapat memproduksi antara 6000-13000 pound (2722-5897 liter) dengan kadar lemak 3,7% (Blakely,1991).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQL7SUC0oickULlnNWkQTWol34CozN6ja1dxwevXepAN8jsc-GbhrNX4Cg5Sbx7P8-9F8wEjwbOCtiwblyfHYq8FUsCWm-5kslP_lQQbwc8Hvt7qqqoit5HmAQlIQ8Jl6pexDiLMN0BMuv/s320/Red+Sindhi.jpeg
Red Sindhi.
Bangsa sapi Red Sindhi berasal dari daerah distrik Karachi, Hyderabad dan Kohistan. Sapi Red Sindhi berwarna merah tua dan tubuhnya lebih kecil bila dibandingkan dengan sapi Sahiwal, sapi betina dewasa rata-rata bobot badannya 300-350 kg, sedangkan jantannya 450-500 kg. produksi susu Red Sindhi rata-rata 2000 kg/tahun, tetapi ada yang mencapai produksi susu 3000 kg/tahu dengan kadar lemaknya sekitar 4,9% (Blakely,1991).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzi78as802nAJrZvBdWgAuW3yVceULJGMnUrfMjnVYR63fFSfE3Uf26NJ39qRI3z2akFOuNCG68mIlil8X9e_dXLez35JBM7T1yj5l4xw3pdsih3D9t_D0AWXLo4T0ZWfWr9a2c3eO8ZwS/s320/Gir.jpeg
Gir.
Bangsa sapi Gir berasal dari daerah semenanjung Kathiawar dekat Bombay di India Barat dengan curah hujan 20-25 inchi atau 50,8-63,5 cm. Daerah ini terletak antara 20°5’ - 22°6’ LU. Pada musim panas temperature udara mencapai 98°F (36,7°C) dan musim dingin temperatu udara sampai 60°F (15,5°C) (Prihadi,1997).

Warna sapi Gir pada umumnya putih dengan sedikit bercak-bercak coklat atau hitam, tetapi ada juga yang kuning kemerahan. Sapi ini tahan untuk bekerja baik di sawah maupun di tegal. Ukuran bobot sapi betina dewasa sekitar 400 kg, sedangkan sapi jantan dewasa sekitar 600 kg. produksi susu rata-rata 2000 liter/tahun dengan kadar lemak 4,5-5%







KERBAU PERAH
MURRAH
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTRQkoWz8XcbWdAGGb3sYpmA3jOsGhHFWjteJNPRdSH9p5jIRWz_w
  • Berasal dari India Bagian Barat Haryana, Punjab dan Delhi.
  • Produksi susu 1400 -2000 kg per laktasi, kadar lemak 7-8%.
Ciri:
  • Betina lebih kecil, BB 350-700 dan jantan450-800 kg.
  • Telinga tipis mnggantung, tanduk melingkar keatas dan ke belakang.
  • Leher betina ramping, jantan panjang dan masif.
  • Bentuk baadan betina seperti baji, kulit umumnya hitam, tipis, lunak, mudah dilipat.
NILLI/RAVI:
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTwX4AdPoX1eCaOnubjcGPZl31FkSSk7ZsllR3sSuRkKwPxRr--FA
            Kerbau ini merupakan slah satu kerbau terbaik produksi susunya setelah Murrah.
Ciri umum:
  1. Warna kulit hitam, cokelat.
  2. Terdapat tanda warna putih pada dahi, muka, cungur, kaki dan rambut ekor.
  3. BB jantan 600 kg, betina 450 kg
  4. Ambing besar dan simetris, produksi susu 1600 kg per laktasi.
SURTI
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRdcvPQr8s89WEMd0ltrISYopQbxiqiqZXRyh-qu7WdUxlJp1PeHQ
  • Berasal dari negara bagian Gujarat, India.
  • Ambing bentuknya baik, putting medium, terletak dalam segi 4, pembuluh ambing banyak dan berkelok.
  • Kulit agak tebal, dapat dilipat, lunak dan licin dengan rambut yang jarang.
  • Kulit ambing lunak berwarna merah muda, warna kulit hitam atau cokelat tembaga.
  • Produksi susu 1590 – 1730 kg per laktasi, kadar lemak 7,8 – 10,5% (8,9%).
ZAFFARABADI
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRDpse5jznlU6glQoucQTgqjaBPBZyKX06b5B4ibcvI70K4bo7dag
  • Berasal dari negara bagian Gujarat sekitar kota zaffarabad.
  • BB jantan 590 kg dan betina 454 kg.
  • Berwarna hitam kadang-kadang ada warna putih pada kaki bawah lutut dan muka.
  • Ambing bentuknya baik dan lebar, produksi susu 1800-2700 kg per laktasi.
KAMBING PERAH
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhacWPO7fX6u53vmjcryF52GiBPL7YEhmD3q9JJfsbvnJF2n45QG8wf9Mso_XfhqzI1SdNW-Zh7RNvwzHMhNUoNUt5zUINg7djaLVGRnitz5fo9et3tOMrfcyxm8Q4wUHo51q0ks8yk_dKt/s320/Etawah..jpeg
Etawah.
 Bangsa kambing perah Etawah atau Jamnampari merupakan kambing popular dan tersebar luas sebagai kambing perah (susu) di India, Asia Tenggara dan di daerah-daerah lain. Kambing ini mempunyai telinga yang lebar dan panjang serta menggantung. Kambing perah Etawah merupakan kambing perah yang baik dan juga sering digunakan sebagai produsen daging. Warna bulunya bervariasi dengan warna dasarnya putih, coklat dan hitam. Telinga menggantung dan panjangnya ± 30 cm. Ambing biasanya berkembang baik. Berat badannya yang jantan 68-91 kg, sedang yang betina 36-63 kg. produksi susu dapat mencapai 235 kg dalam periode laktasi 261 hari dan produksi susu tertinggi tercatat 569 kg. kadar lemak rata-rata 5,2% karkas kambing jantan dan betina umur 12 bulan dapat mencapai 44-45% berat hidup
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimoPoEZD46nHiscm9Xv7Vr8GQG4tm82Ny1xU-itGTp1vrlr4xjZBvowDHoAdSmYqQ5RMtiedFy0BNmew7f26bZ8J6lw_jQjLppIzL9s2hI4M4PtY7zK7AIwJLzDFEyxLPQjTotahL-MICu/s320/Saanen..jpeg
Saanen. 
Bangsa kambing Saanen berasal dari lembah Saanen di Swiss bagian barat kambing ini sangat terkenal, berwarna putih dengan bulu yang panjang atau pendek. Telinganya tegak dan tajam. Kambing ini merupakan kambing bangsa Swiss yang tersebar dengan berat lebih dari 65 kg pada saat dewasa kelamin. Menonjol karena jumlah (produksi) susunya banyak, tetapi lemak susunya agak rendah 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgp_UeumH0kl7FYjSyArmMlevPpfZKALPRWBDFHoK-cAXrPttQ6XttlbjMYpJoNHyEvSQaYGyomDv9O5GOgQ7oEZwQVlT8L8a9EdVfp4HoZMj3FcVpTXLf1YW23tQHYgGZybyWjOhyNQQ8j/s320/Toggenburg..jpeg
Toggenburg.
Bangsa kambing Toggenburg atau bangsa Togg berasal dari pegunungan Alpen di Swiss. Kambing ini adalah jenis kambing kecil dengan badan pendek dan kompak. Kambing betina mempunyai berat 45 kg saat dewas kelamin. Kambing Togg berwarna coklat dibagian badannya dengan warna putih di kaki bagian bawah, dasar ekor dan sisi wajah bagian bawah. Kambing ini berambut panjang atau sedang berjenggot. Kambing Toggenburg merupakan kambing penghasil susu yang baik (Blakely,1991). Kepala kambing Toggenburg mempunyai ukuran sedang dan garis profilnya sedikit konkav (cekung). Telinganya berdiri dari mengarah kedepan 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgclPcnM525Gy_E5hbms7JplRb27qz1aWK5sYlccntoBIRIfv33CE7aCIMHSETD3z8AXIn0B6igyaQBQGQfdhNYDXf0mWb-eK_WQbf0tSXmmha5KVytkja1oIi8qhMP3l5Pls3g_SPscmmF/s320/Anglo+Nubian.jpeg
Anglo Nubian. 
Bangsa kambing Anglo Nubian merupakan persilangan antara kambing Jamnampari dari India dan Nubian. Kambing tersebut merupakan kambing yang besar, mempunyai kaki yang tinggi dengan kulit yang baik dan bulu mengkilap. Mempunyi telinga panjang dan menggantung, profil mukanya konveks (cembung) yang biasanya disebut Roman Nose. Jadi bentuk kepala kambing tersebut keseluruhan seperti kepala unta dan biasanya tidak bertanduk. Warna bulu sangat bervariasi. Pada puncak laktasi produksi susu mencapai 2-4 kg per hari dengan rata-rata 1-2 kg per hari. Susu kambing Anglo Nubian mempunyai kadar lemak yang tinggi, rata-rata 5,6%
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1D_-_4bjHTSa9F799z4JxoH_HRL_8Bbvd_5Y-TA8u_fIUuSxqhSiwoimkiPowlkiU5VVMfUB0oOZfWrBKGNoGa4q7p3DiNgj4_phUZz9qnzPi7GpDsy9zsjqY-tFQRxppBFU-8x_TLyJ9/s320/Nubian.jpeg
Nubian.
Bangsa kambing Nubian berasal dari Afrika. Berbulu pendek, mengkilap dan kebanyakan berwarna hitam dan coklat dengan telinga yang panjang dan jatuh (terkulai). Kambing bersifat sangat lembut, produksi susunya lebih sedikit bila dibandingkan dengan kambing yang berasal dari Swiss, tetapi persentase lemak susu tinggi. Kambing betina mencapai dewasa kelamin pada saat beratnya kira-kira 60 kg. kambing Nubian cenderung lebih banyak dagingnya dibandingkan bangsa kambing perah lainnya
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSF5Wn6ocNUrI6pXD3F17ZtXow6d62Am8JiU5xEBklKPyaAZ07rnQJireQWVaoyBX5y5XbYpsB1E1eRmpukHitGyWgsL99jzMr-WTywb-PtALIKJz20RUxgWUazqx4R-JQrMWNDUeNdC3H/s320/French+Alpine.jpeg
French Alpine.
Kambing ini berasal dari pegunungan Alpine di Perancis. Kambing ini mempunyai warna yang bervariasi, antara lain putih, abu-abu, coklat dan hitam. Badannya besar dengan mata yang tajam dan telinga tegak. Tidak banyak menunjukan kesulitan dalam kelahiran. Ukuran kambing betina saat dewasa kelamin adalah sekitar 55 kg. kambing ini menonjol kemampuan untuk menyusui anaknya karena mempunyai ambing yang besar dan bentuknya bagus dengan puting yang ideal
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjw9WlTF23yNljghIVCxIUYUl629rSLr8nYncmYVh8g4IVRm4RgGiJRjAYbEkaFphG7t8KXTD4JH5csbUqfUzyyMXVCdGza4_-yzGdVEeo1RGuBPJ05o4R2qrG9UvWuDrfT2qY2JHN_WTQy/s320/British+Alpine.jpeg
British Alpine.
Bangsa kambing ini berasal dari Swiss dan pegunungan Alpine Austria. British Alpine merupakan kambing yang dideveloped menjadi produsen susu yang baik. Sebagian besar kambing asli di Eropa adalah grup bangsa Alpine dan penyebarannya luas keseluruh Eropa. Kambing-kambing Swiss, French dan Italian Alpine merupakan tipe-tipe kambing Alpine dan banyak dijumpai di Eropa Tengah dan Utara. Mereka biasa dipelihara dalam jumlah yang kecil dan ditumbatkan dengan system feedingstall. British alpine telah dimasukkan di India barat, Guyana, Madagaskar, Mauritius, dan Malaysia. Kambing ini mempunyai daya klimatisasi lebih baik daripada kambing Saanen. Di India barat pernah tercatat produksi lebih dari 4,5 kg perhari pada laktasi kedua dan ketiga, tetapi di Malaysia dan Mauritikus pengembangan kambing ini gagal antara lain karena kelembaban yang tinggi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvtDjEIxVOVD8oOr2PCWwHPBMmi45xb9Fb04jcip_2syOnPNAUIu4upx86MUxZvBgpu6FKzNr3xlFHTHxdIhfFTUi37fya76I2-4HgSi_T5SVAEGm7mDf_-abie1r6oQubM5n9yepgLHO9/s748/Wan+Yusnida+038.jpg

Damaskus
Kambing bangsa ini merupakan kambing yang banyak dipelihara di Libang, Syria,Cyprus. Kambing tersebut baik yang jantan maupun betina tidak bertanduk., warna pada umumnya merah, atau merah dan putih, profil muka konveks, daun telinga panjang dan menggantung. Tinggi gumba 70-75 cm dan berat badan antara 40-60 kg. produksi susu 3-4 liter perhari dapat mencapai 6 liter, dengan jumlah produksi 300-600 liter dalam 8 bulan. Kambing Damaskus lebih subur dibandingkan dengan Saanen, dimana tiap kelahiran rata-rata 1,76 cempe
http://i01.i.aliimg.com/photo/v0/113641397/barbari_goats.jpg
Kambing ini memiliki rambut pendek serta warna bulu bercak-bercak putih dan cokelat muda. Berat kambing dewasa antara 27-36 kg. Jenis ini banyak dipelihara di daerah India Utara dan Pakistan Barat, terutama sebagai kambing perah dan pedaging. Kambing ini sering melahirkan kembar dua atau tiga. Dalam 2 tahun bisa terjadi 3 kali kelahiran. Sebagai kambing perah, kambing ini bisa menghasilkan susu 144 kg per masa laktasi 235 hari.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar